Showing posts with label Kata Bijak. Show all posts
Showing posts with label Kata Bijak. Show all posts
image
image

Kau Kira Terangnya Lampu dan Benderangnya Siang Bukanlah Kekayaan?


Posted : | 2020/01/13

Terang adalah kekayaan

Di saat terang, kita lupa dengan kegelapan. Terang membuat kita jumawa, hidup merasa serba ada. Dunia yang fana begitu sangat menggoda dengan gemebyarnya. Gedung-gedung tinggi terlihat mewah, pegunungan terlihat indah, lautan begitu menggoda untuk dinikmati di sore hari. Dan masih banyak lagi keindahan-keindahan yang memanjakan mata.

Kita tak pernah menyadari, di balik semuanya tentu ada harganya. Jika lampu untuk menghidupkan saja butuh energi yang besar, maka terangnya siang tentu tak bisa kita hitung berapa biaya yang harus kita keluarkan untuk memperlihatkan seluruh keindahan alam. Namun, Tuhan tak pernah menagih, berapa total biaya yang harus kamu bayar. Tuhan berikan anugerahNya tanpa meminta upahnya. Begitulah cinta Tuhan pada Makhluknya.


[...]
image
image

Kesulitan yang Dibuat-buat Sendiri


Posted : | 2019/12/03

Because of you

Hidup ini damai tenang dan tenteram tanpa adanya banyak keinginan. Semenjak keinginan merasuk ke dalam hati, semuanya jadi berantakan. Hal itu sudah menjadi suratan dari Tuhan yang Maha Penyayang.

Tuhan menginginkan kita untuk beribadah, bermesraan dengan-Nya, terbingkai dalam kemesraan abadi, kita justru merepotkan diri dengan berbagai hiasan dunia yang fana. Kita sendiri yang menciptakan kesulitan itu sendiri. 

Tuhan menginginkan kita setia. Ia cemburu manakala kita lupa pada-Nya, kita terlalu terpesona ciptaan-Nya yang tak lain hanya hiasan sementara saja. Godaan-godaan yang sengaja diciptakan tetapi tetap ingin diutamakan, itulah tanda Kecintaan Tuhan pada Hambanya yang manja. 

Hidup itu mudah, saat kita memandang bahwa ada Tuhan dalam hati kita. Hidup itu mudah, dikala kita mau terus bermesraan dengan-Nya. Hidup ini mengasyikkan tatkala kita sadar bahwa dunia itu fana. 

Pikiran kita salah, saat memandang masalah lantas frustasi tiada henti. Ingat, ada Tuhan yang Maha Besar, masalah kita tak ada bandingannya dengan KekuasaanNya. Pikiran kita salah, di kala memandang hidup susah. Ingat, Tuhan tak pernah memberikan beban tanpa kekuatan yang sepadan, jangan kita melupakannya. Pikiran kita salah, menginginkan sesuatu tanpa memuja-memujiNya. Ingat, Tuhan tidak buta, kita terlalu sombong mengabaikanNya. 

Berbagai cara kita tempuh, berbagai halangan kita terjang, berbagai badai kita lewati, tak akan pernah sampai pada tujuan di saat kita melupakan Tuhan. 

~ Much. Nasih Amin
[...]
image

SEO adalah Makanan Enak


Posted : | 2019/01/18

Setiap ada persaingan pasti ada yang kalah dan ada yang menang. Seo adalah ilmu untuk memenangkan persaingan. Apakah ini yang membuat hatiku buta akan sebuah cahaya. Ilmu yang harusnya menerangi jiwa kini justru menutup rapat-rapat dan mengunci jiwa ini.

Siapa menang dia yang akan bertahan hidup, itulah seo. Kita dituntut untuk memenangkan persaingan atau hilang dari peradaban. Seo adalah hal yang menakutkan atau menyenangkan. Ketika menang maka senang, dan ketika kalah maka berduka.

Ah.. Seo memang makanan yang enak. Enak bagi yang menikmatinya dan bencana bagi yang memikirkannya.

[...]
image

Hidup yang Membingungkan, Entah Apa yang Harus Saya Lakukan


Posted : |

Tak pernah kusadari ternyata hari silih berganti, detik demi detik terlewati, hari demi hari kujalani, tahun demi tahun ku lalui. Aku kini telah berada di masa pergantian antara remaja ke dewasa. Umurku sudah 24 tahun, namun sikapku masih kekanak-kanakan.

3 tahun terakhir hari-hariku telah kulalui untuk terjun dan belajar ke dunia tulis menulis online, lebih tepatnya ngeblog. Tiga tahun berlalu aku belum mendapatkan sesuatu yang kuharapkan, aku hanya masih terus belajar dan belajar sedangkan waktuku untuk mencapai impianku telah semakin dekat.

Tak ada hal yang spesial dari diriku, tak ada hal yang bisa diandalkan dari diriku, tak ada hal yang lebih dari diriku. Aku hanyalah seorang yang terus belajar dan terus mencoba ingin mencapai apa yang telah aku cita-citakan.

Hati ini terasa sesak. Ingin ku menangis tetapi air mata telah habis. Hatiku terenyuh saat mengingat masa demi masa yang telah kulalui. Masih banyak waktu yang terbuang sia-sia, terabaikan, terlalui tanpa ada hal yang spesial dari diriku ini.

Sembah syukur Allah telah menjagaku dari dulu sampai saat ini. Allah yang Maha Pengasih, memberi kehidupan untuk alam semesta ini. Aku tak berdaya tanpa kekuatanNya. Aku bukanlah apa-apa tanpa ridhonya. Aku lemah. Aku hina dihadapanNya.

Ya Allah. Telah banyak dosa yang aku lakukan. Telah banyak waktu yang kusia-siakan. Telah banyak orang yang telah aku kecewakan. Aku lemah. Aku hina. Aku tak kuasa atas apapun yang Kau minta.

Ditulis oleh : Much. Nasih Amin

[...]
image
image

Keindahan Pantai Ketika Semuanya dalam Keseimbangan


Posted : | 2018/06/24

Pantai adalah pemandangan indah yang sangat menakjubkan. Desiran suara ombak yang menyejukkan membuat semua orang ingin datang menikmatinya.

Semua dalam keseimbangan tanpa adanya kelebihan menciptakan suasana yang indah nan damai. Sembah syukur pada sang pencipta terucap di setiap bibir yang hadir disana.

Maha Besar Kuasa Pencipta yang Menciptakan Alam Semesta.

[...]
image

Difitnah, Dikucilkan, Dianggap Rendah, Dibenci, Tetaplah Sibuk Perbaiki Diri


Posted : | 2018/02/09

Tiga tahun lamanya sudah berlalu dengan fitnah-fitnah yang bertebaran yang tak pernah ku tahu.

Aku ingat statemen yang kubuat saat itu. Ternyata benar-benar membuat gempar masyarakat sekitarku. Bahkan efeknya masih berjalan sampai tiga tahun lamanya tanpa kusadari.

Kebaikan akan selalu menang. Di balik kekejaman dunia yang penuh dengan penindasan, ketidakmautahuan, kenistaan, dan kekerasan.

Dengan doa, harapan, dan kepasrahan; ledakan-ledakan semangat itu masih dapat memompa iman yang mulai keropos.

Janji-janji Allah yang sangat real, terlihat nyata dengan senyata-nyatanya, berbentuk hamba-hambanya yang disetir setiap waktu-Nya.

Sungguh semuanya itu adalah kasih sayang-Nya yang tiada tara. Bukan kebetulan, ataupun ketidaktahuannya.

[...]
image
image

Kaca Mata Terkadang Membuat Buta


Posted : | 2018/01/22

Jalan hidup setiap orang berbeda-beda. Walaupun terkadang terlihat sama, persamaan itu hanya sebagian kecil saja, kira-kira kalau di angkakan1% dari 100% adalah gambarannya.

Cara pandang hidup orang tentunya berbeda, sejalan dengan masing-masing jalan hidupnya. Seseorang tidak bisa memaksakan orang lain untuk mengikuti cara pandangnya. Jika dipaksakan, ada dua kemungkinan yang terjadi, antara mengikuti secara diam-diam atau menjauhi tanpa alasan.

Mungkin bagi sebagian orang, menolong orang lain adalah hal yang sangat penting. Dengan melihat orang lain terlihat susah seringkali membuat empati seseorang muncul secara tiba-tiba, merasa iba, dan secara sepihak menyimpulkan bahwa yang dia lihat adalah apa yang terjadi dan harus ditolong.

Tapi, dia tidak sadar, dia melihat orang lain melalui kacamatanya sendiri. Dia tidak berusaha melihat dengan kaca mata orang lain, padahal situasinya jelas sangat berbeda. Ukuran yang dia pakai adalah apa yang dia rasakan, itu sangat disayangkan.

Di sisi lain, orang yang dianggap menderita dan sengsara menurut pengamatannya, ternyata adalah seorang yang jauh lebih beruntung dari dirinya. Orang lain itu terlihat santai dengan masalahnya, atau bahkan tak merasakan adanya masalah yang ada di depan.

***

Yang terjadi adalah???

Dia terlalu merasa lebih beruntung, sehingga dengan empatinya memberikan beberapa solusi yang justru membuat orang lain menjadi seperti dipaksa atau bahkan dihina.

***

Sangat ironi sekali jika ada orang yang menganggap dirinya paling benar. Itu artinya dia tak mau mendengar.

Apakah etis jika seseorang memberikan solusi dengan pemaksaan?

Kaca mata terkadang membuat buta.

Written by : Much. Nasih Amin
At : 01.16 WIB

Pekalongan, 21 Januari 2018

[...]
image
image

Bagaimana Kau akan Memulai untuk Menulis?


Posted : | 2018/01/19

Saya mulai menemukan titik dimana saya sangat nyaman dengan apa yang saya lakukan saat ini, yaitu menulis tanpa beban.

Mungkin terlihat sepele dengan tulisan-tulisan yang saya sajikan. Diksi yang saya gunakan menunjukkan miskinnya ilmu yang telah saja dapatkan. Kata-kata yang saya gunakan menunjukkan kecerobohan saya dalam menulis tulisan. Alur yang saya sajikan menunjukkan saya adalah orang asing dalam kacamata dunia kepenulisan.

Saya hanyalah pribadi yang suka menulis tentang hal-hal yang saya anggap harus ditulis. Mungkin itu berupa pengalaman berharga, atau hanya sekedar canda tawa.

Tak ada yang spesial dari tulisan-tulisan saya. Tapi pesan yang terkandung di dalamnya sebenarnya sangat berharga dan juga kaya - itu menurut saya. Dan mungkin menurut anda, yang saya tulis hanya curhatan yang umum macam curhatan norak anak alay yang suka nongkrong di beranda Fb

Apapun yang anda pikiran tentang tulisan saya, basi-lah, gak mutu-lah, norak-lah, dsb, tidak akan pernah melunturkan niat bulat saya yang ingin terus menulis. Saya sangat senang jika anda memberi umpan balik yang membangun. Karena tujuan saya menulis adalah mendokumentasikan sesuatu yang saya anggap penting untuk dibagikan dan diabadikan.

Bagaimana kau akan memulai untuk menulis?

Seperti halnya saya menulis. Mula-mula anda akan memulai menulis tulisan-tulisan sederhana berupa catatan kehidupan yang anda alami, kemudian anda akan mulai menulis dengan hal-hal yang bersifat fantasi, fiksi, sampai akhirnya anda dapat menulis tulisan non fiksi yang membutuhkan data-data yang harus memiliki akurasi yang tinggi.

Written by : Much. Nasih Amin
At : 19.56

Pekalongan, 19 Januari 2018

[...]
image
image

Ketika Hidup Tak Berdampingan dengan Orang Lain


Posted : |

Setiap orang pasti pernah memikirkan untuk hidup jauh dari keramaian. Dengan alasan hidup jauh dari keramainan akan membuat hati lebih tentram dan terlepas dari cekcok dengan saudara maupun tetangga.


Tak bisa dipungkiri, memang dalam kehidupan sehari-hari tak lepas dari masalah-masalah yang berhubungan dengan orang lain, entah karena saling iri, ataupun saling membela diri, karena salah seorang membuat kesalahan, atau hanya kesalahpahaman


Belum lagi jika salah satunya ada yang sangat sensitif terhadap hal-hal yang sedikit mengganggu ketenangannya, tentunya akan lebih sering cekcok, jika salah satunya tidak ada yang mau mengalah.


Ya.. pada situasi tersebut biasanya timbul rasa ingin pergi ke tempat yang sunyi jauh dari tempat tinggalnya.


Tapi sayangnya manusia adalah makhluk sosial. Dia pasti butuh orang lain. Hal ini sudah menjadi sunnatullah yang tak bisa dielakkan lagi. Kita tak bisa hidup sendirian tanpa bantuan orang lain.


Coba kita renungkan. 


Untuk menghilangkan dahaga, kita membutuhkan gelas dan air. Untuk membuat gelas, kira-kira berapa orang yang terlibat di dalamnya?


Dari mulai orang yang mencari bahan baku, orang yang yang mengolah dan memproduksi, serta orang yang mendistribusikan, kira-kira berapa orang?


Belum lagi jika kita tidak membelinya secara langsung di tempat produsen berarti ada agen, ada sales, ada toko yang menampung, dst. Mungkin bisa jadi lebih dari seratus bahkan seribu orang yang terlibat di dalamnya.


Ini masih gelas saja, untuk airnya?


Jika mengambil dari sumur berarti yang terlibat adalah tukang gali sumur, produsen kluwung, produsen pompa air, dsb.


Terlebih lagi jika dimasak menggunakan kompor, maka membutuhkan teko atau panci untuk memasaknya. Sampai situ sudah jelas hanya untuk meminum air saja kita membutuhkan ribuan orang. Itu artinya kita adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain.


Ojo dumeh sugih, banjur lali karo wong liyo


Ojo dumeh alim, banjur ora butuhke wong liyo


Ojo dumeh sehat, banjur sak karepe dewe


Hidup tanpa orang lain tentunya akan membuat kita seperti hidup pada zaman dahula, zaman purbakala, atau zaman yang tak pernah ada. Karena Nabi Adam pun membutuhkan Siti Hawa.


Written by : Much. Nasih Amin
At : 07.41


Pekalongan, 19 Januari 2018

[...]
image

Ketika Berada di Luar Kuasa Tuhan


Posted : | 2018/01/17

Pikiran terus bekerja keras untuk menemukan berbagai cara untuk mencari solusi di setiap masalah yang datang. Seakan-akan pikiran lebih bisa diandalkan sebagai kekuatan utama dalam mencari jalan keluar yang tepat. Semua usaha itu terus dilakukan sampai batas maksimal. Namun yang terjadi adalah kehampaan, tak ada sedikitpun titik terang yang muncul sekalipun itu sekecil atom.

Ternyata pikiran tidak mampu untuk mewujudkan impian-impian yang selalu datang ketika malam datang. Pikiran mempunyai titik batas maksimal dimana pikiran akan mengalami drop sehingga benar-benar tidak bisa untuk berpikir tenang bahkan hanya membuat malang melintang tak karuan.

Di Luar Kuasa Tuhan? Itu sungguh mustahil untuk dilakukan.

Written by : Much. Nasih Amin
At : 18.18 WIB

Pekalongan, 18 Januari 2018

[...]
image

Apakah Kewajiban Harus Dilakukan? dan Apakah Usaha Harus Tetap Dilanjutkan?


Posted : | 2017/12/11

Apakah Kewajiban Harus Dilakukan? dan Apakah Usaha Harus Tetap Dilanjutkan?

Assalamualaikum wr.wb

Alhamdulillah Wasysyukru lillah 'Ala Ni'matillah, Washsholatuwassalamu 'Ala Asyrofil Anbiya'i Wal Mursalin Sayyidina Wamaulana Muhammadin SAW 'Amma Ba'du.

Sahabat Kata Motivasiku yang berbahagia. Pernahkan kamu merasa bosan dengan apa yang kamu lakukan? Padahal itu kewajiban? Pernahkah kamu berpikir lelah dengan usahamu, karena kamu tidak segera mendapatkan apa yang menjadi cita-citamu? Pernahkah kamu berpikir ingin mendapatkan semuanya yang serba praktis tanpa berusaha dengan keras?

Jika kamu lebih banyak menjawab iya dari semua pertanyaan di atas maka kamu perlu meluruskan dirimu. Kewajiban adalah pekerjaan yang harus dilakukan walaupun berat atau bahkan tidak kuat. Selama tidak ada norma yang meringankan beban kewajiban ketika kamu kesusahan, selama itu juga kamu harus melakukan kewajiban tersebut.

Kewajiban adalah berkaitan dengan pahala dan dosa. Kamu akan mendapatkan pahala ketika kamu melakukan kewajiban. Tapi sebaliknya, jika kamu meninggalkan kewajiban maka kamu akan mendapat dosa, sehingga kamu akan disiksa.

Jalankan kewajiban walaupun terpaksa, hilangkan rasa malas, rasakanlah seperti halnya kamu melakukan hal yang indah.

Lelah dengan usahamu yang tak kunjung membuahkan hasil, Kamu ingin mendapatkan semuanya yang serba praktis?

Merasa lelah sama artinya menyerah dan berhenti melangkah. Berhenti melangkah sama artinya menunda kesuksesan. Jika kau benar-benar lelah dengan usahamu maka jangan berharap kamu akan mendapatkan keajaiban yang datang secara tiba-tiba. Yang ada justru memunculkan hal-hal yang membuat kamu berpikir negatif ingin mendapatkan semuanya yang serba praktis.

Dengan berpikir pragmatis maka kamu akan melakukan apapun demi mendapatkan apa yang kamu inginkan walaupun dengan cara yang tidak baik. Sungguh sangat disayangkan, usahamu ini adalah usaha yang sangat buruk karena caranya tidak baik.

Coba kamu pikir, Usaha yang baik dan bersungguh-sungguh sama dengan usaha yang tidak baik dan bersungguh-sungguh adalah sama-sama akan mendapatkan hasil yang diinginkan. Sangat disayangkan jika kamu memilih jalan yang salah.

Apa yang kamu ingin kan akan tercapai ketika kamu benar-benar membutuhkannya, jika sekarang kamu belum mendapatkan apa yang kamu inginkan alangkah baiknya kamu menunggunya dan persiapkan dirimu untuk menerimanya.

Semua akan indah jika sampai pada waktunya. Akan menjadi bencana jika salah menempatkannya :)

Saya harap sahabat Kata Motivasiku paham apa yang saya sampaikan. Semoga dengan tulisan ini sahabat akan lebih terbuka wawasannnya dengan adanya tulisan ini. Semoga bermanfaat :)
[...]
image

Kata Siapa Hidup itu Susah?


Posted : | 2017/10/02

Hidup susah hanya milik orang yang tidak mau berpikir. Hidup susah hanya milik orang yang tidak punya arah. Hidup susah hanya milik orang yang cengeng. Hidup itu asyik.

Ketika kita mendapatkan sebuah masalah sebenarnya itu hanyalah angin lalu, bagaikan pohon semakin tinggi semakin hebat angin menerjangnya.

Begitu juga dengan kehidupan kita semakin kita kuat semakin banyak masalahnya, namun semua itu tidak ada bandingannya dengan kehebatan Sang Maha Kuasa yang diberikan kepada kita.

Adanya kemudahan adalah sebagai hembusan angin yang menyadarkan kita akan nikmatnya. Semuanya adalah dari Yang Maha Kuasa dan semuanya itu akan kembali kepada-Nya.

Hidup bukan untuk mengeluh karena mengeluh hanya membuat pertahanan kita hancur. Mengeluh hanya membuat pikiran kacau. Mengeluh hanya akan membuat semuanya berhenti dan kita akan hancur bersama kekacauan perasaan.

Hidup itu untuk dijalani. Sabar menanti sebuah keajaiban yang akan terjadi. Menjemput seorang bidadari dan membangun tempat untuk kembali di surga yang abadi.

Written by : Much Nasih Amin
At : 15:44 Wib

[...]
image

Merdeka : Kata Yang Tidak Asing


Posted : | 2017/08/17

Merdeka??? Saya bertanya-tanya.

Kamu bilang saya merdeka??? Saya masih kurang percaya.

Bagi saya merdeka belum pantas menjadi penghargaan buat saya. Merdeka adalah bebas, tapi bukan untuk membebaskan diri. Merdeka itu perjuangan yang terus berkelanjutan, bukan berhenti dan berdiam diri.

Kamu kata merdeka???

Siapa yang merdeka???

Tentang merdeka saya belum bisa mendefinisikannya, dia transparan tapi tak kelihatan.

Merdeka apa definisi merdeka??? Saya terus bertanya-tanya.

Saya tidak tahu apakah merdeka itu bahagia dengan kemeriahannya? Saya benar-benar tidak tahu, budayalah yang selalu menjawab semua pertanyaan dalam pikiran saya, bahkan tidak sedikit orang yang menganggap budaya sebagai definisi merdeka itu sendiri.

Merdeka apakah saya sudah merdeka?? Saya katakan "saya belum merdeka". Saya masih banyak mengemban tugas yang tersampaikan dengan tersirat. Ya saya katakan "saya belum merdeka" karena saya belum mampu melakukannya.

Apakah Indonesia Sudah Merdeka???

Ya.. Indonesia Sudah Merdeka Sejak 17 Agustus 1945. Tapi saya tidak yakin Individunya juga menyandang gelar merdeka.

Hmm saya benar-benar tidak tahu tentang hal itu, saya hanya mencoba mengamati, mengira, dan mendefinisikannya.

Apakah Indonesia Merdeka? Merdeka semoga merdeka.

[...]
image

Hidup itu Asyik, Rame Ya Allah


Posted : | 2017/08/08

Hidup hidup hidup dan hidup. Saya masih hidup sampai detik ini dan sampai detik ini saya tidak tahu kapan saya akan kembali menemui Sang Ilahi Robbi.

Hidup itu asyik, banyak kejadian-kejadian unik dan menarik untuk sekedar menggelitik. Hidup itu asyik bagaikan bermain game yang tak ada level akhirnya sehingga otak ini semakin tertantang untuk menyelesaikannya.

Hidup ini asyik, masa depan kita tidak ditentukan, tapi kitalah yang menentukan masa depan kita sendiri. Bagi orang yang tak tahu, hidup ya mengalir begitu saja tanpa ada keinginan dan harapan untuk menjadi lebih baik. Dia hanya percaya semuanya sudah ditentukan Sang Pencipta.

Hidup itu rame, seperti ramenya tempat-tempat keramaian kota. Kita bisa memandang apa saja yang ada di hadapan kita, kita bebas melihat apa yang kita inginkan.

Hidup itu rame seramai lalu lintas sinyal di udara, berbagai macam masalah datang dan pergi begitu saja dan kita bisa melihat masalah-masalah itu simpang siur menyelinap ke dalam kehidupan seseorang.

Hidup itu asyik dan rame. Dalam kondisi keramaian (mendapat berbagai macam cobaan), kita dituntut untuk mengasyikkan keramaian tersebut (sadar dan menjalaninya dengan lapang dada).

Hidup hidup hidup dan hidup. Begitulah cerita hidup dalam keramaian dan hidup dalam keasyikan.

Ditulis oleh : Much. Nasih Amin
Pada :8 Agustus 2017
Pukul : 12:44 wib

Semoga dapat menginspirasi anda :)

[...]
image
image

Surat Untuk Anakku


Posted : | 2016/08/19

Dulu bunda berpikir, bunda yang akan mengajarkan banyak hal untuk kalian. Dulu bunda berpikir kalian yang akan meminta banyak hal terhadap bunda. Ternyata bunda salah, kalian yang banyak memberikan pelajaran terhadap bunda kalian yang telah memberikan banyak hal
tentang hidup untuk bunda.

Sembilan bulan bunda mengandung kalian,
melahirkan dan membesarkan kalian, selama itu pula bunda banyak belajar dari kalian.

Nak, bunda tahu bunda bukan orangtua yang sempurna untuk kalian. Tapi untuk kalian, bunda akan selalu belajar dan berusaha menjadi orang tua yang terbaik. Bunda tahu, bunda sadar terkadang bunda tak sabar saat menghadapi kalian
di saat sedang tantrum.

Nak, tahukah kalian, betapa hati bunda selalu menangis di saat kalian tidak bisa bunda handle.

Nak, hanya kalian yang selalu bunda sebut
dalam setiap doa bunda, bunda tak akan pernah minta balasan apapun kepada kalian, melihat kalian tersenyum, melihat kalian tertawa, melihat kalian tumbuh sehat sudah cukup untuk bunda.

Nak, bunda berjanji, bunda akan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk kalian, untuk hidup kalian, dan untuk masa depan kalian, karena kalian hidup bunda, kalian harta bunda, kalian jiwa bunda.

Terimakasih nak untuk semua yang telah kalian lakukan dan kalian berikan untuk hidup bunda. Bunda selalu sayang dan cinta kalian, bidadari-bidadari kecil hidup bunda, Meisa dan Pita ♥

Author Eva Kurniasari
Edited by Much. Nasih Amin

[...]
image
image

Ketika Ramai dan Sepi Menjadi Satu


Posted : | 2016/07/11

Pernahkah kamu merasakan kesepian dalam keramaian dan ramai dalam kesepian?
Saya rasa semua orang sudah pernah mengalami hal semacam itu. Bahkan anak kecilpun pernah merasakannya.

Memang tidak bisa kita hindarkan hal semacam itu karena semua itu sudah ada yang mengaturnya. Tapi kita perlu mengetahui apa yang menyebabkan hal semacam itu bisa terjadi.

Pernahkah kamu merasakan kesedihan?
Ketika sedih perasaan kita menjadi kacau, pikiran kita tidak bisa berfungsi dengan baik, pikiran kita menjadi kebingungan, bahkan pikiran kita menjadi kosong. Kekosongan pikiran kita bisa menyebabkan kita harus merasakan kesepian dalam keramaian.

Memang tidak bisa kita pungkiri bahwa kita harus menjalani masalah ini. Masalah yang tidak bisa kita hindari. Kita hanya bisa berdoa dan pasrah.

Pernahkah kau merasakan kebahagiaan.
Kebahagiaan adalah perasaan yang indah. Kebahagiaan adalah sesuatu yang membuat hati kita senang, kebahagiaan akan menjadikan kita merasa nyaman dan tapi kebahagiaan terkadang membuat kita lupa daratan.
Ketika kita merasa bahagia terkadang menjadi penyebab perasaan ramai dalam kesepian.

Memang benar keduanya adalah penyebab dari perasaan sepi dalam ramai dan ramai dalam  sepi.

Terkadang kita berfikir bagaimana cara untuk bahagia? Bagaimana cara untuk move on dari masalah-masalah kegalauan? Tapi kita sering lupa akan hikmah-hikmah dari sebuah ketentuan. Kita sering lupa untuk bersyukur. Kita sering lupa untuk berfikir positif. Sehingga kita masih terkurung dalam dilema-dilema problematika kehidupan.

Merasa kesepian dalam keramaian dan merasa ramai dalam kesepian adalah takdir yang sudah menjadi ketetapan Ilahi :)

[...]
image
image

Terkadang Benar Menjadi Salah, dan Salah Menjadi Benar


Posted : | 2016/06/14

Sebuah kesalahan dan sebuah kebenaran itu relatif. Benar bisa jadi salah, salah bisa jadi benar. Semua itu relatif. Tergantung siapa yang melihatnya dan tergantung pada siapa yang menilainya. Hal ini adalah penyebab dari munculnya adanya pengertian tentang keikhlasan. 

Ketika manusia dihadapkan dengan sebuah permasalahan dimana permasalahan itu berkaitan dengan penilaian, maka terkadang terlihat adanya ketidak-adilan. Yang kita rasakan adalah benar, tapi kita harus mendapatkan sebuah kritik saran bahkan hinaan. Dan terkadang kita menemukan sebuah kesalahan besar yang diperbuat oleh orang lain, tapi penghargaan, pujian serta pengakuan-pengakuan lainnya menyertai orang lain.

Terkadang kita merasa bahwa rasanya dunia itu tidak adil, tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Dunia tidak adil, tidak sesuai dengan kebenaran yang benar-benar benar. Dunia tidak adil atas kesalahan yang seharusnya salah. Tapi justru penilaian itu sering terbalik bahkan selalu terbalik. 

Entah kenapa hal itu terjadi pada diriku hari ini. Bukan tentang siapa yang menilai. Bukan tentang siapa yang mengkritik. Bukan tentang siapa yang membalikkan fakta itu. Tapi ini murni dari dalam hatiku. Hati nuraniku berkata bahwa aku harus belajar lebih untuk mendekati sempurna. Walaupun kesempurnaan benar-benar tidak akan pernah aku dapatkan. Bukan orang lain yang mengkritikku, bukan orang lain yang menilaiku, bukan orang lain yang membalikkan fakta itu, tapi hati nuraniku hanya berkata bahwa aku jauh untuk dikatakan benar tapi aku juga tidak dekat dengan kesalahan. 

Hati nuraniku benar-benar membuatku dilema, dia mengatakan kesalahanku tapi dia tidak menyalahkanku. Dia mengakui kebenaranku, tapi entahlah tidak sesuai dengan yang ada dipikiranku. Bahkan hati nuraniku benar-benar membuatku harus memikirkan keserba kekuranganku. Hati nuraniku memaksaku untuk mengakui kesalahanku. Hati nuraniku memaksaku untuk membenahi diri yang sepertinya tidak sesuai dengan standar pikiranku.

Pikiranku bertanya-tanya menanyakan tentang sebuah kebenaran.
Apakah aku harus mengakui kesalahanku jika aku benar-benar merasa tidak melakukannya? 

Apakah aku harus memperbaiki diriku jika aku merasa bahwa aku telah melakukannya dengan sebaik-baiknya?

Apakah aku harus mengakui jika aku tidak melakukannya? 

Kadang aku merasa bahwa dunia ini sudah gila. Bukan hanya dunia yang aku lihat saat ini. Bukan hanya dunia milik orang lain. Bukan hanya dunia orang-orang dhalim. Tapi duniaku, duniaku, dunia yang ada dalam diriku, dunia yang sudah lama menjadi tempatku, dunia yang menjadi idamanku juga sudah penuh dengan kebingunan, ketidakpastian, kebohongan yang entah kapan mulainya.

Hati nuraniku mencoba meyakinkanku. Dia mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan bijak. Dia mencoba menenangkan diriku yang mulai bosan dengan kehidupanku. Dia mencoba meyakinkanku seraya berkata inilah duniamu, inilah dunia yang diciptakan untukmu, inilah dunia yang semu, inilah dunia yang menjadi ladang akhiratmu, inilah dunia yang harus kau tau, inilah dunia yang seharusnya kau tau. 

Dunia penuh ketidakpastian, dunia yang penuh dengan sesuatu yang membuatmu bosan, dunia yang penuh dengan ketidakbenaran itu yang menjadikan adanya sebuah kehormatan yang tinggi, kehormatan yang tiada bandingannya, kehormatan tanpa batas yaitu penghomatan untuk orang-orang yang mau bersabar, penghormatan untuk orang yang mau berbenah diri, penghormatan untuk orang yang mau mengakui setiap kekurangan, penghormatan untuk orang yang mengakui bahwa sesempurna apapun dia, tak ada bandingannya jika harus berbandingan dengan kesempurnaan yang Maha Kuasa.
 
Inilah duniamu, inilah dunia yang harus kau lalui. Inilah dunia yang harus kau jalani. Inilah dunia yang harus kau dasari dengan keikhlasan. Inilah dunia yang harus kau lalui dengan kesabaran. Inilah dunia yang menjadikan kau terhormat dalam akhirat. 

Kesabaran, ketekunan, kepercayaan ketabahan keoptimisan akan menunjukkan jalan-jalan kebaikan abadi jika kau mau menerimanya. Dan yang perlu kau ingat. Janganlah kau menyerah tapi bersabarlah, karena Allah bersama orang-orang yang bersabar. Dan jalanilah dengan kepercayaan janganlah takut dan bersedih karena kekasih Allah akan selalu ada bersama kita.

Written by : Much. Nasih Amin
[...]
image
image

Uniknya Dunia


Posted : | 2016/06/06

Ada-ada saja dunia ini
Ada-ada saja aku ini
Ada-ada saja yang aku alami
Ada-ada saja perasaanku ini
Ada-ada saja pikiran ini
Ada-ada saja suasana ini
Ada-ada saja dunia ini, dunia yang penuh dengan teki, dunia yang telah lama dihuni tapi katanya tak berumur panjang. Dunia yang katanya sebagai ladang akhirat tapi penuh dengan maksiat. Katanya dunia adalah tempat untuk mencari oleh-oleh akhirat tapi banyak orang yang belum bertaubat. Ada-ada saja dunia ini.

Ada-ada saja aku ini. Berharap kaya tapi malas berusaha. Suka berdoa tapi suka juga dunia. Katanya aku ini tak bisa diatur tapi lalu lintas aku patuhi. Katanya aku hebat tapi aku kadang berdebat. Katanya aku pintar tapi aku terlantar. Katanya aku serba bisa tapi aku menyelesaikan masalahku sendiripun hampir menyerah. Ada-ada saja aku ini.

Ada-ada saja yang aku alami. Masalah sebesar semut aku alami. Masalah kecil sekecil gajah yang aku besar-besarkan menjadi sebesar semut juga aku alami. Sampai masalah yang besar sebesar semut dan aku besar besarkan menjadi sebesar balonku ada lima  juga pernah aku alami. Ada-ada saja yang aku alami.

Ada-ada saja perasaanku ini. Setiap hari bersedih dalam kebahagiaan bahagia dalam kesedihan. Terkadang perasaanku ini serba malas dalam bersemangat bersemangat dalam kemalasan . Perasaanku ini bingung dalam kefokusan fokus dalam kebingungan. Ada-ada saja perasaanku ini.

Ada-ada saja pikiranku ini. Memikirkan hal yang belum terjadi dalam ketidakpastian. Memikirkan nasib hidup yang sudah ditentukan. Memikirkan sesuatu yang tak diciptakan. Memikirkan apa yang seharusnya boleh kupikirkan. Ada-ada saja pikiranku ini.

Ada-ada saja suasana ini. Ramai  terasa sepi sepi tapi berasa ramai. Suasana ini suka berubah, ditetapkan lupa arah. Suasana ini memang ada-ada saja. Telihat nyaman tapi menyeramkan, terlihat damai tapi cerai berai. Terlihat santai tapi harus sampai. Ada-ada saja perasaan ini.

Mengalah
Menyerah
Menutup diri
Merubah hati
Menundukkan diri
Mernjaga perasaan
Merubah senyuman
Merubah dunia
Bahagia sejahtera

By : Much. Nasih Amin

[...]
↑ CB